Telkom Diminta Pilih Opsi Refinancing Utang Paling Murah
Senin, 06 Sep 2004 14:04 WIB
Jakarta - Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meminta opsi refinancing utang yang akan diambil manajemen perseroan agar memilih cara yang paling murah dan wajar hingga tidak merugikan perusahaan. Salah satu opsi yang kini sedang dibahas adalah penerbitan surat utang jangka menengah (medium term note)."Beberapa alternatif sedang dikaji manajemen termasuk medium term note, tapi belum ada keputusan karena ada opsi juga yang lain," ungkap Komisaris Telkom, Arif Arryman, saat ditemui di hotel Shangri-la, Jakarta, Senin (6/9/2004).Menurut Arief, kajian refinancing tersebut diharapkan sudah selesai sebelum direksi dan komisaris melakukan rapat untuk menentukan rencana kerja anggaran tahunan tahun 2005. "Sehingga sudah termasuk dalam kinerja tahun 2005," imbuhnya.Saat ini, Telkom memiliki utang sekitar US$ 800 juta yang terdiri dari utang jangka panjang dan jangka pendek. Telkom merencanakan refinancing utang jangka pendek sehubungan dengan melemahnya nilai tukar rupiah, dimana jika rupiah terus melemah di melebihi level Rp 9.000 per dolar AS, beban utang itu bisa menurunkan laba bersih perseroan.Penurunan laba bersih sudah dialami Telkom pada semester pertama 2004, dimana laba bersih Telkom merosot karena adanya kerugian akibat perbedaan kurs. Sayangnya, hingga kini belum ada kepastian berapa jumlah utang yang akan di-refinancing.
(ani/)











































