Bumi Plc Niat Lepas BUMI Karena Banyak Utang

Bumi Plc Niat Lepas BUMI Karena Banyak Utang

- detikFinance
Rabu, 26 Sep 2012 14:30 WIB
Bumi Plc Niat Lepas BUMI Karena Banyak Utang
Jakarta - Dewan Komisaris dan Direksi Bumi Plc sedang mengkaji berbagai cara untuk meningkatkan harga sahamnya sekaligus kepercayaan investor menyusul investigasi dan tuduhan adanya penyimpangan dana di salah satu anak usahanya, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Salah satu caranya adalah dengan melakukan merger antara BUMI yang kepemilikan sahamnya sebanyak 29,2%, dengan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) yang saat ini dipegang 85%.

Akan tetapi, masih ada satu cara lagi yaitu melepas seluruh kepemilikan di BUMI dan fokus untuk mengembangkan BRAU. Demikian hal itu dikemukakan oleh sumber yang dikutip Financial Times, Rabu (26/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investigasi yang dilakukan oleh penyelidik independen itu benar-benar menjadi pukulan yang telak bagi Bumi Plc yang tercatat di bursa London. Nama baik Nat Rothschild juga dipertaruhkan, pasalnya ia yang pertama kali mengajak grup Bakrie untuk berkongsi dan mengubah Vallar Plc menjadi Bumi Plc.

Jajaran Komisaris dan Direksi Bumi berharap bisa mendapatkan laporan hasil penyelidikan independen itu dalam beberapa pekan ke depan. Salah satu tujuan penyelidikan adalah apakah dana pinjaman Bumi yang didapat dari pihak asing benar-benar digunakan untuk beberapa proyek yang sedang berjalan.

"Pada dasarnya, kami punya aset tambang batubara berkalori tinggi di Indonesia dan kami juga sudah berniat untuk memberikan tata kelola perusahaan yang baik dan berstandar tinggi," kata Kepala Hubungan Masyarakat Bumi Plc Nick von Schirnding.

"Memang ada beberapa masalah yang harus dihadapi, tapi struktur kepemilikan tetap menjadi isu utama, ini merupakan hal yang harus kami selesaikan dalam beberapa bulan ke depan sebelum memberikan strategi jangka panjang," ujarnya.

Jika memang, Bumi Plc berniat melepas BUMI, maka hal ini tidak akan mudah dilakukan. Pasalnya, struktur kepemilikan di BUMI sangat rumit dan melibatkan beberapa kepemilikan saham silang di antara beberapa perusahaan.

Opsi lain yang bisa dilakukan adalah menjual BUMI kepada pihak ketiga dan hasilnya dibagi rata di antara pemegang saham, yaitu Rothschild, Grup Bakrie dan Grup Samin Tan.

Samin Tan bergabung di perusahaan kongsi Bakrie-Rothschild itu setelah membeli 23,8% saham Grup Bakrie di Bumi Plc senilai US$ 1 miliar pada Oktober 2011 silam. Kini, Bakrie-Samin Tan menguasai kepemilikan mayoritas Bumi Plc sebanyak 47,6%.

Kemarin, Saham Bumi Plc di bursa London terkena koreksi tajam setelah diterpa isu penyimpangan dana di anak usahanya, yaitu BUMI. Sahamnya anjlok 48,3 pence sterling (Rp 7.500) hanya dalam sehari.
(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads