Laba per saham juga turun drastis dari Rp 507,28 di semester I-2011 menjadi Rp 77,58.
Perseroan juga mencatat rugi kurs selama periode semester I-2012 dimana mencapai Rp 34 miliar. Padahal pada periode yang sama di 2011, perseroan mampu mencatat laba selisih kurs hingga Rp 32,1 miliar. Namun, perseroan masih mampu mencatat peningkatan laba usaha dari Rp 284,6 miliar di 2011 pada semester I menjadi Rp 391,62 pada semester I-2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total aset AKRA tercatat mencapai Rp 9,56 triliun di semester I-2012 atau lebih tinggi dari semester I-2011 yang hanya sebesar Rp 7,77 triliun.
PT AKR Corporindo merupakan perusahaan milik Soegiarto Adikoesoemo. Soegiarto Adikoesoemo masuk urutan ke-33 dari 40 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$ 770 juta versi Forbes 2011. Perusahaanya ini sangat ketat dan menerapkan sistem kontrol yang canggih dan apabila ada penyelewengan langsung dapat diketahui.
Tahun 2011 lalu, AKR mendapat tugas menyalurkan BBM bersubsidi di 19 Kabupaten/kota di 6 provinsi dengan total 31 SPBU dan SPBN, total mencapai 103.220 kiloliter (KL) dengan rincian solar 90.810 KL, premium 12.410 KL.
(dru/dnl)











































