Direktur Utama Waskita Karya, M Choliq menjelaskan biaya pembangan sektor properti dan real estate mencapai Rp 400 miliar-Rp 500 miliar. Sisanya dialokasikan sebagai biaya pembangunan pabrik beton dan jalan tol.
"Paling banyak nanti untuk properti dan real estate sekitar Rp 400 miliar-Rp 500 miliar. Untuk pabrik beton Rp 100 miliar. Sisanya Toll Road," ucap Choliq di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waskita memerlukan PP tersebut untuk mengembalikan statusnya menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), setelah pada 2008 masuk daftar pasien PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) karena kesulitan pendanaan.
"Kita harap PP bisa ditandatangani minggu depan, setelah itu kita buat perjanjian dengan IDX (Indonesia Stock Exchanges). IPO setelah itu didaftar ke Bapepam-LK," kata Choliq
Persetujuan pendahuluan atau pre approval dari otoritas BEI ditargetkan dikantongi pekan depan, hingga proses pencatatan (listing) bisa terlaksana sebelum tutup tahun 2012.
Perseroan masih menjanjikan 35% saham untuk ditawarkan kepada publik. Total dana yang didapat mencapai Rp 1 triliun.
(wep/ang)











































