BEI Tak Ingin Perselisihan Rothschild-Bakrie Dimanfaatkan Pihak Tertentu

BEI Tak Ingin Perselisihan Rothschild-Bakrie Dimanfaatkan Pihak Tertentu

- detikFinance
Jumat, 28 Sep 2012 15:20 WIB
BEI Tak Ingin Perselisihan Rothschild-Bakrie Dimanfaatkan Pihak Tertentu
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan hati-hati mengawal audit investigasi yang dilakukan Bumi Plc kepada anak usahanya, perusahaan batubara di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Yang bisa dilakukan otoritas pasar modal adalah menunggu hasil audit dari Bumi Plc dan terselenggaranya paparan publik manajemen BUMI paling lambat Selasa (2/10/2012) pekan depan.

Bursa tidak ingin informasi liar yang kini beredar, bertambah keruh dan dimanfaatkan oleh sekelompok. "Kita memang minta BUMI untuk PE untuk menjelaskan pertanyaan publik. Kita tunggu minggu depan," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di kantornya, Jakarta, Jumat (28/9/2012).

"Kita melihat secara keseluruhan. Ada yang memanfaatkan nggak situasi ini, untuk membeli di harga yang rendah? Kita lihat harus hati-hati," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa mengaku belum menemukan motif di balik informasinya yang bergerak liar. Penjelasan secara resmi oleh manajemen BUMI diharapkan mengklarifikasi rumor-rumor tersebut.

"Kita ngggak tahu motifnya apa, maka kita kasih waktu. Jangan digiring menjadi tidak objektif. Dipaksa harga sahamnya diturunkan ke bawah oleh kita," ucapnya.

"Isu Bumi Plc melakukan audit investigasi boleh saja, domainnya mereka. Malah dia sudah melakukan tindakan bagus untuk klarifikasi dan unjuk auditor. BUMI juga minta klarifikasi ke Bumi Plc," paparnya.

Kabar audit investigasi yang dilakukan Bumi Plc ramai dibicarakan pelaku pasar sejak awal pekan lalu. Saham Bumi Plc dan BUMI dalam beberapa hari terakhir pun langsung merosot, terkena sentimen negatif.

Informasi terkini menyebut Rothschild berusaha memecah kongsi grup Bakrie dengan pemilik PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN), Samin Tan. Tan merasa investasinya di Bumi Plc merugi, karena uang ditanamkan sebelumnya US$ 1 miliar kini menurun hingga US$ 140.

Samin Tan dan Bakrie tengah bernegosiasi satu sama lain untuk menyelesaikan pertengkaran kecil ini. Belum diketahui hasil dari pertemuan keduanya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads