Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka jatuh 20,364 poin (0,48%) ke level 4.242,197 gara-gara aksi jual di saham-saham yang sudah naik tinggi. Koreksi ini wajar terjadi setelah indeks mencetak rekor tertingginya akhir pekan lalu.
Aksi jual langsung merambah saham-saham yang kemarin naik cukup tinggi, terutama saham-saham lapis dua. Seluruh sektor industri di lantai bursa pun memerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau pada perdagangan awal pekan ini. Pelaku pasar makin getol melakukan aksi ambil untung. Apalagi posisi indeks sudah cukup tinggi di akhir pekan lalu.
Sentimen negatif juga datang dari pasar global, yaitu melambatnya aktifitas bisnis di AS juga berbagai penolakan di berbagai negara terhadap rencana penghematan anggaran Uni Eropa.
Aksi jual yang cukup marak dilakukan itu membuat seluruh indeks sektoral tak berdaya di teritori negatif. Saham-saham komoditas, terutama tanbang, menderita koreksi paling dalam.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 57.083 kali pada volume 1,758 miliar lembar saham senilai Rp 1,945 triliun. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 137 saham turun, dan 86 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia juga masih terpuruk di zona merah gara-gara sentimen negatif dari pasar global tersebut. Beberapa bursa regional lainnya tidak berdagang karena libur nasional.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 103,46 poin (1,17%) ke level 8.766,70. Â
- Indeks Straits Times melemah 12,68 poin (0,41%) ke level 3.047,66. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.450 ke Rp 47.900, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 16.600, J Resources (PSAB) naik Rp 250 ke Rp 4.400, dan Bhakti Capital (BCAP) naik Rp 210 ke Rp 1.050.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun Rp 1.100 ke Rp 12.100, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 41.550, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 25.550, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 300 ke Rp 14.150.
(ang/dnl)











































