Kena Koreksi 26 Poin, IHSG Lesu di Awal Pekan

Kena Koreksi 26 Poin, IHSG Lesu di Awal Pekan

- detikFinance
Senin, 01 Okt 2012 16:05 WIB
Kena Koreksi 26 Poin, IHSG Lesu di Awal Pekan
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena koreksi 26 poin akibat aksi ambil untung yang dilakukan investor lokal. Aksi jual marak terjadi menyusul sentimen negatif dari pasar global.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.570 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka jatuh 20,364 poin (0,48%) ke level 4.242,197 gara-gara aksi jual di saham-saham yang sudah naik tinggi. Koreksi ini wajar terjadi setelah indeks mencetak rekor tertingginya akhir pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi jual langsung merambah saham-saham yang kemarin naik cukup tinggi, terutama saham-saham lapis dua. Seluruh sektor industri di lantai bursa pun memerah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 27,711 poin (0,65%) ke level 4.234,850. Sementara Indeks LQ45 turun 5,848 poin (0,80%) ke level 725,926.

Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau pada perdagangan awal pekan ini. Pelaku pasar makin getol melakukan aksi ambil untung. Apalagi posisi indeks sudah cukup tinggi di akhir pekan lalu.

Posisi terendah yang disinggahi indeks pada perdagangan hari ini di level 4.214,519. Saham-saham lapis dua di sektor perdagangan bisa menahan laju koreksi indeks setelah ada aksi beli.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (1/10/2012), IHSG ditutup terkoreksi 26,268 poin (0,62%) ke level 4.236,293. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 5,776 poin (0,79%) ke level 725,998.

Maraknya sentimen negatif yang datang dari pasar global, seperti melambatnya aktifitas bisnis di AS juga berbagai penolakan di berbagai negara terhadap rencana penghematan anggaran Uni Eropa membuat pelaku pasar semakin berhati-hati dalam bertransaksi.

Aksi jual ini banyak dilakukan investor lokal. Sementara pemodal asing hari ini terpantau melakukan penbelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 22,92 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 112.004 kali pada volume 3,498 miliar lembar saham senilai Rp 3,996 triliun. Sebanyak 94 saham naik, sisanya 141 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak lesu menutup perdagangan awal pekan ini, seharian terjebak di zona merah. Sedangkan pasar saham Hong Kong, China, Korea Selatan dan Sidney ditutup menyambut hari libur nasional.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 melemah 73,65 poin (0,83%) ke level 8.796,51.  
  • Indeks Straits Times menipis 5,19 poin (0,17%) ke level 3.055,15.  
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.450 ke Rp 48.900, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 500 ke Rp 16.700, J Resources (PSAB) naik Rp 275 ke Rp 4.425, dan Hexindo (HEXA) naik Rp 200 ke Rp 8.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun Rp 1.100 ke Rp 12.100, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 41.250, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 400 ke Rp 14.050, dan Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 20.000.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads