"Tahun lalu, bergantung pada pasar tender, sehingga kita terlengah bahwa aktif menjelang akhir tahun. Tapi sekarang, sejak awal tahun, kita sudah mulai untung, barang-barang dipasarkan di pasar reguler, antara lain apotik, rumah sakit, dan toko-toko obat," kata Direktur Utama Indofarma Djakfarudin Junus, di Hotel Four Season Jakarta, Senin (1/10/2012).
Kinerja positif ini didodorong oleh efisiensi yang dilakukan Indofarma dalam proses produksi sehingga mampu menekan Harga Pokok Penjualan (HPP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Bos Indofarma ini kembali menegaskan akan memperluas pabrik dengan membangun pabrik baru untuk obat generik di Cikarang, Jawa Barat. Untuk perluasan pabrik itu, Indofarma akan mengelontorkan dana sebesar Rp 100 miliar.
"Dapat kucuran dana untuk sebesar Rp100 miliar, Rp 70 miliar dari Bank Mandiri, sisanya kas internal," sebutnya.
Rencananya, pabrik baru tersebut siap beroperasi pada akhir tahun 2013. Pada awal 2014, Indofarma mampu memproduksi 5 miliar tablet.
"Diharapkan pada awal 2014 nanti bisa memproduksi 5 miliar tablet sekarang produksi sekitar 2,3 tablet. Ini mendukung program pemerintah BPJS," pungkasnya.
(feb/ang)











































