Laba per saham juga mengikuti dan hanya menyisakan Rp 0,27 per lembar di semester I-2012, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 28,71 per lembar.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Senin (1/10/2012), terlihat penurunan kinerja UNSP disebabkan rendahnya penjualan. Penjualan anak usaha grup Bakrie ini sepanjang Januari hingga Juni hanya Rp 1,83 triliun atau lebih rendah dari posisi yang sama tahun lalu Rp 2,303 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil penjualan karet juga merosot menjadi Rp 482,951 miliar di semester I-2012, dari sebelumnya Rp 724,47 miliar. Tiga segmen penjualan lain disumbang dari produk oleo Rp 255,012 miliar, tandan buah segar Rp 142,508 miliar, dan jasa titip olah Rp 2,68 miliar.
Laba kotor UNSP akhirnya mandek di posisi Rp 616,189 miliar di semester I-2012, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 840,26 miliar. Laba sebelum pajak turun tajam dari Rp 546,44 miliar di semester I-2011 menjadi Rp 77,73 miliar di semester I-2012.
Usai terpangkas beban pajak, laba periode berjalan per Juni Rp 3,53 miliar dengan laba per saham Rp 0,27.
Total aset UNSP hingga Juni naik tipis dari Rp 18,702 triliun di akhir 2011 menjadi Rp 19,49 triliun hingga Juni 2012.
(wep/dnl)











































