CMNP Kurangi Investasi Anak Perusahaan di Manila
Rabu, 08 Sep 2004 17:44 WIB
Jakarta - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) akan mengurangi investasi di anak perusahaannya yakni PT Citra Metro Manila Tollways Corp hingga di bawah 20 persen, dimana saat ini kepemilikan saham CMNP di perusahaan tersebut mencapai 21 persen.Pengurangan saham tersebut terkait memburuknya kinerja anak perusahaan yang berbasis di Manila, Filipina, tersebut. Per tahun 2003, kerugian anak perusahaan itu sudah melebihi investasi yang ditanamkan CMNP sebesar Rp 54,4 miliar."Kondisi perusahaan di Manila saat ini sedang buruk, makanya kita berencana mengurangi penyertaan dari 21 persen menjadi di bawah 20 persen supaya tidak terkonsolidasi dengan laporan keuangan perseroan. Karena kalau di atas 20 persen, kinerjanya masuk dalam neraca konsolidasi CMNP," kata Direktur Utama CMNP, Daddy Hariadi, dalam paparan publik di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (8/9/2004).Menurut Daddy, saat ini pihaknya tengah mengupayakan restrukturisasi perusahaan tersebut. Salah satunya dengan cara mengganti manajemen puncaknya, dengan persetujuan pemegang saham lainnya. "Karena dengan CEO saat ini kami dapat informasi yang sangat minim," tukasnya memberi alasan.Setelah direstrukturisasi, baru akan dilanjutkan dengan mencari investor baru. Jika investornya dapat dipercaya, maka investasi dapat dilanjutkan. Jika tidak, maka perusahaan itu akan dijual. "Bagaimanapun perusahaan di Manila saat ini masih memiliki proyek untuk membangun jalan tol Metro Manila tahap II," ungkap Daddy.Daddy juga menjelaskan, saat ini perseroan sedang memfokuskan pada pembangunan jalan tol di wilayah Bandung, Bogor, Depok-Antasari serta Waru-Juanda (Surabaya).Untuk proyek jalan tol Waru-Juanda yang menghabiskan dana Rp 799 miliar, CMNP menggandeng Jasa Marga, dengan membentuk perusahaan PT Citra Margatama Surabaya, dengan komposisi saham 85 persen CMNP dan 15 persen Jasa Marga. Diharapkan, proyek tersebut bisa diselesaikan pada tahun 2006. Sedangkan untuk pembangunan jalan tol di Bogor, Bandung dan Depok-Antasari, selain menggunakan dana internal, perusahaan juga akan menerbitkan obligasi tahun depan. Obligasi itu, selain untuk pendanaan proyek, juga dialokasikan untuk refinancing utang CMNP yang saat ini masih sekitar Rp 329 miliar.Saat ini, lanjut Daddy, dengan dana sebesar Rp 200-300 miliar, perseroan bisa membangun jalan tol sepanjang 14 kilometer.Dana MengendapPada kesempatan tersebut, Daddy juga menjelaskan, tagihan negotiable certificate deposit (NCD) dari PT Bank Unibank Tbk yang kini sudah dilikuidasi sebesar US$ 28 juta sudah dimenangkan dalam putusan sela."Namun kita masih menunggu sikap BI dan BPPN apakah mau banding lagi atau tidak, serta masih menunggu bagaimana pemerintah mau membayarnya. CMNP mengharapkan dari dana tersebut bisa kembali sebesar Rp 156 miliar," harap Daddy. Sedangkan untuk dana yang menyangkut di Bank Andromeda sebesar Rp 32,614 miliar, disebutkan dia, sudah dibayarkan 10 persen atau Rp 3,6 miliar pada tahun 2003. Namun untuk penyelesaian dana yang mengendap di Bank Yama sebesar Rp 77,5 miliar masih dalam proses pengadilan.Untuk wesel tagih kepada PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang per tahun 2003 tersisa sebesar Rp 11,7 miliar, menurut Daddy, sudah disepakati bahwa TPI akan membayar dengan cara mencicil selama tiga tahun.
(ani/)











































