BUMI Siap Keluarkan Saham Baru

BUMI Siap Keluarkan Saham Baru

- detikFinance
Selasa, 02 Okt 2012 19:15 WIB
BUMI Siap Keluarkan Saham Baru
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membuka peluang untuk mengeluarkan saham baru melalui dua skema yang belum ditentukan, Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau non-HMETD (preemptive rights).

"Rencana ini akan kami lihat kembali kondisi perusahaan. Tidak menutup kemungkinan penerbitan saham baru akan dilakukan dengan cara biasa atau tanpa HMETD," kata Presiden Direktur BUMI Ari Hudaya di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Direktur sekaligus Sekertaris Perusahaan Dileep Srivastava menambahkan, perseroan sudah lama tidak mengeluarkan saham baru kepada publik. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), terakhir kali HMETD dilakukan perseroan pada 26 Mei 2000 sejumlah 18,612 miliar lembar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terakhir kami rights issue adalah 10 tahun yang lalu," kata Dileep. Sayangnya, ia enggan menyebut untuk apa hasil penjualan saham baru tersebut. Namun besar kemungkinan dana segar ini digunakan sebagai pengurangan utang, meski terdapat juga peluang dari hasil penjualan aset non-core Bumi Resources.

Anak usaha yang dimungkinkan untuk dilego adalah PT Fajar Bumi Sakti. "Mungkin, apakah tahun ini atau tahun depan dan nilainya, saya belum dapat berkomentar," tutur Dileep.

Investor publik hingga akhir semester I-2012 tercatat memiliki saham BUMI cukup banyak. Dari total 20,773 miliar lembar saham yang ditempatkan dan disetor penuh, masyarakat memiliki 14,238 miliar lembar. Sedangkan pemegang saham pengendali adalah Vallar Investments UK Limited yang memiliki 29,18% atau 6,061 miliar lembar. Kemudian masih terdapat saham beredar yang dibeli kembali sekitar 473,212 juta lembar.

Kepemilikan publik atas saham BUMI relatif lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Publik per 1 Januari 2011 memiliki 19,251 miliar lembar atau 92,67% dari saham ditempatkan dan disetor penuh. Sisanya dimiliki Credit Suisse AG, Singapore 1,048 miliar lembar atau 5,05% dari saham ditempatkan dan disetor penuh.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads