Harga-harga Komoditas Melorot, IHSG Naik 10 Poin

Harga-harga Komoditas Melorot, IHSG Naik 10 Poin

- detikFinance
Rabu, 03 Okt 2012 09:28 WIB
Harga-harga Komoditas Melorot, IHSG Naik 10 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 10 poin meski terkena sentimen turunnya harga-harga komoditas dunia. Aksi jual terjadi di saham-saham perkebunan dan tambang.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.590 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG naik 10,998 poin (0,26%) ke level 4.267,837. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 2,801 poin (0,38%) ke level 733,511.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengawali perdagangan, Rabu (3/10/2012), IHSG dibuka bertambah 4,946 poin (0,12%) ke level 4.261,785. Indeks LQ45 dibuka naik 1,560 poin (0,21%) ke level 732,270.

Turunnya harga komoditas-komoditas dunia membuat saham-saham berbasis komoditas terkena aksi jual. Aksi beli selektif menyasar saham-saham lapis dua.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, penguatan IHSG mulai melambat, naik tipis 3,373 poin (0,08%) ke level 4.260,212. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,696 poin (0,23%) ke level 732,406.

Kemarin, IHSG rebound 20 poin menyusul aksi beli selektif di saham-saham lapis dua. Aksi jual investor asing menghambat laju penguatan indeks.

Semalam, Wall Street berakhir mixed setelah bergerak fluktuatif. Nasdaq berhasil menguat meski Dow Jones terkena tekanan jual.

Bursa-bursa di Asia pun turut bergerak mixed menyambut sentimen dari pasar global tersebut. Sementara bursa saham China dan Korea Selatan ditutup menyambut hari libur nasional.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Hang Seng menguat 119,08 poin (0,57%) ke level 20.959,46. Β 
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 2,79 poin (0,03%) ke level 8.788,84. Β 
  • Indeks Straits Times melemah 6,00 poin (0,19%) ke level 3.073,14. Β 

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di posisi Rp 9.590 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads