Dalam permohonan IPO ini perseroan menawarkan 1,051 miliar lembar saham kepada publik atau setara 48,99% dari total saham perseroan.
Saham terdiri atas 795,6 juta lembar saham biasa atas nama baru, serta 255,68 juta lembar saham biasa atas nama pendiri.
Direktur Utama Express Group, Daniel Podiman menjelaskan, pernyataan efektif akan didapat pada 23 Oktober, dengan masa penawaran umum pada 25, 29 dan 30 Oktober.
Masa penjatahan pada 1 November, dengan perkiraan listing di BEI pada 5 November. Sebagai penjamin pelaksana efek (underwriter) perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas. Sebagai internasional selling agent adalah JP Morgan.
Hasil penjualan saham perdana, 63% akan digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi reguler dan perangkat pendukung lain. 20% lain sebagai pembayaran pokok utang ke BCA, juga 0,75% untuk pembayaran penalti pembayaran utang yang dipercepat kepada BCA.
Masih tersisa 16% sebagai digunakan untuk akuisisi perusahaan target, PT Ekspress Mulia Kencana.
Hingga 30 April perseroan memiliki 6.396 taksi reguler dengan operasi di wilayah Jadetabek, Surabaya, Semarang dan Medan. Target hingga 2012, perseroan membidik 8.000 unit taksi.
Tahun lalu perseroan meraih pendapatan Rp 333,8 miliar atau naik 54% dari periode 2010 Rp 219,3 miliar.
(wep/ang)











































