Menurut Direktur Utama Express Group, Daniel Podiman, pihaknya mendapat setoran harian dari para mitra dalam hal ini sopir taksi, sebesar Rp 235.000. Dengan jumlah armada di 2012 yang mencapai 8.000 unit ini, bisa dipastikan omset perusahaan mencapai Rp 1,88 miliar.
"Setoran hariannya Rp 235.000 per unit. Kalau totalnya tinggal hitung saja, kita punya armada 8.000 unit sampai akhir tahun ini," kata Daniel di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencapaian akhir 2011 diketahui, pendapatan perseroan mencapai Rp 333,8 miliar atau naik 54% dari periode 2010 Rp 219,3 miliar. Manajemen Express Group yakin pendapatannya akan naik berlipat di tahun 2012.
Seperti diketahui perseroan siap menggelar penawaran saham perdananya atau initial public offering (IPO). Hasil dana yang sebanyak-banyaknya Rp 903,86 miliar, setelah dikurangi saham milik pendiri yang juga dijual kepada publik, digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi reguler dan perangkat pendukung lain.
Pembelian 2.000 taksi akan dilakukan usai IPO tuntas melalui calon anak usaha perseroan, PT Ekspress Mulia Kencana.
Taksi reguler hingga kini beroperasi di wilayah Jadetabek, Surabaya, Semarang dan Medan. Bogor tidak menjadi pilihan wilayah ekspansi karena terkendalanya aturan.
"Kita ekspansi juga wilayah yang ada pengembangan bandara baru, seperti Lombok dan kota-kota besar lainnya," tambahnya.
(wep/ang)











































