Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menciut 5 poin setelah adanya sentimen negatif demo buruh di Jakarta yang dikhawatirkan bisa mempengaruhi kinerja emiten. Jatuhnya harga minyak sawit mentah juga 'menghajar' saham-saham perkebunan.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.595 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 9.590 per dolar AS.
Mengawali perdagangan, IHSG dibuka bertambah 4,946 poin (0,12%) ke level 4.261,785 meski terkena sentimen turunnya harga-harga komoditas dunia. Aksi jual terjadi di saham-saham perkebunan dan tambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 4,489 poin (0,11%) ke level 4.252,350 menyusul aksi jual di saham-saham perkebunan. Turunnya harga minyak sawit mentah (CPO) dunia membuat sektor perkebunan merosot hingga 4%.
Indeks hanya bertahan sebentar di zona hijau, setelah menembus posisi tertingginya di level 4.267,837 indeks langsung terkena aksi jual menyusul sentimen negatif demo buruh yang terjadi di Jakarta.
Ribuan buruh menggelar demonstrasi pada 3 Oktober ini di sejumlah titik. Salah satu tuntutannya adalah agar menghapuskan sistem kerja outsourcing.
Aksi demo ini terjadi di beberapa titik, terutama di kawasan industri. Selain menghambat produksi perusahaan, aksi ini juga membuat macet ibukota.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (3/10/2012), IHSG ditutup menipis 5,328 poin (0,13%) ke level 4.251,511. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah tipis 0,067 poin (0,01%) ke level 730,643.
Aksi jual di saham-saham berbasis komoditas membuat indeks sempat jatuh hingga ke posisi terendahnya hari ini di 4.238,821. Aksi beli di saham-saham berbasis industri dasar mampu mengurangi koreksi.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 144.254 kali pada volume 4,719 miliar lembar saham senilai Rp 4,235 triliun. Sebanyak 99 saham naik, sisanya 138 saham turun, dan 96 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan hari ini dengan mixed. Sementara bursa saham China dan Korea Selatan ditutup menyambut hari libur nasional.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
- Indeks Hang Seng naik 47,90 poin (0,23%) ke level 20.888,28.
- Indeks Nikkei 225 melemah 39,18 poin (0,45%) ke level 8.746,87.
- Indeks Straits Times turun 6,71 poin (0,22%) ke level 3.072,43.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Semen Gresik (SMGR) naik Rp 450 ke Rp 14.650, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 49.400, Bhakti Capital (BCAP) naik Rp 250 ke Rp 1.360, dan Japfa (JPFA) naik Rp 200 ke Rp 4.925.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 2.000 ke Rp 238.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.100 ke Rp 20.950, Bayan (BYAN) turun Rp 600 ke Rp 11.500, dan Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 350 ke Rp 4.150.











































