Bom di Kedubes Australia
Indeks BEJ Anjlok 24 Poin
Kamis, 09 Sep 2004 10:52 WIB
Jakarta - Panic selling langsung melanda Bursa Efek Jakarta (BEJ) begitu terdengar ledakan bom di gedung Kedutaan Besar Australia, Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (9/9/2004) pukul 10.25 WIB.Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 24 poin. Pada pukul 10.42 waktu Jakarta Automatic Trading System (JATS), indeks turun 16,857 pada level 772,278.Penurunan indeks masih terus berlanjut karena investor terus melakukan aksi jual, dipicu kekhawatiran kondisi keamanan Jakarta yang kembali dilanda teror bom. Namun penurunan indeks yang cukup tajam ini tidak dibarengi nilai transaksi, dimana nilai transaksi relatif kecil hanya mencapai Rp 163,936 miliar.Saham-saham unggulan (bluechips) umumnya dilepas investor seperti Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 menjadi Rp 13.000, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 8.000 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 6.500.Sementara itu, bom yang terdengar hingga gedung BEJ sempat membuat panik para pengunjung. Mereka sempat menduga asal bom dari gedung Polda Metro Jaya yang terletak bersebelahan dengan gedung BEJ, karena asap tebal yang terlihat membumbung tinggi.
(ani/)











































