"Itu masalah utamanya bukan soal insentif, namun ekstra kehati-hatian dari calon emiten baru atau jual saham baru menyikapi kondisi global dan regional," papar Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Mahendra menilai, kondisi kehati-hatian tersebut sebenarnya dapat terpatahkan dengan melihat kondisi perekonomian Indonesia yang tetap terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanyai, berapa banyak perusahaan BUMN yang bisa berlantai di bursa saham pada tahun depan, Mahendra tidak bisa menjawab.
"Itu tanyakan Pak Dahlan," cetus.
(feb/dnl)











































