Investor BEJ Diminta Tak Panik
Kamis, 09 Sep 2004 14:49 WIB
Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (BEJ) Erry Firmansyah mengimbau investor agar tidak panik, sehubungan ledakan bom di dekat Kedubes Australia hari ini. Sedangkan tekanan jual di BEJ hingga siang ini mulai mereda."Kita berharap investor jangan terlalu panik. Kita akan mengimbau melalui media atau langsung ke broker-broker besar," kata Erry kepada wartawan di gedung BEJ, Jl. Jenderal Sudirman, Kamis (9/9/2004).Ia juga menegaskan, BEJ tidak akan menghentikan perdagangan saham. Pasalnya, dalam kondisi seperti ini ada yang investor ingin keluar, tapi ada pula yang berspekulasi dengan terus masuk ke pasar.Sedangkan Direktur Perdagangan BEJ MS Sembiring menilai panic selling yang terjadi hari ini hanya akan berlangsung sesaat. Pasalnya, dari sisi fundamental, ekonomi Indonesia masih sangat baik. Makanya, pada sesi kedua hari ini, investor-investor yang rasional diperkirakan akan kembali masuk bursa.Ia menjelaskan, tidak dihentikannya perdagangan saham di BEJ karena kalau itu dilakukan justru menunjukkan pasar takut dan tunduk kepada pelaku terorisme. "Padahal ini patut kita lawan sehingga pasar tidak harus tunduk terhadap tindakan-tindakan seperti itu," katanya.Penurunan indeks yang terjadi siang tadi hingga 29 poin, dalam pandangan Sembiring, merupakan penurunan yang terbesar dalam tahun ini. Namun ia melihat kecenderungan pasar akan pulih kembali karena investor optimis terhadap ekonomi Indonesia.Saat ini, lanjut dia, BEJ akan terus melakukan monitoring dan bertindak proporsional atas kasus bom tersebut. "Contohnya kita informasikan ke anggota bursa bahwa kita tidak akan menghentikan perdagangan dan kasus ini juga tidak mengganggu alat-alat perdagangan di bursa," tuturnya.Hingga pukul 14.24 waktu Jakarta Automatic Trading System (JATS), tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai mereda dengan penurunan sebesar 17,640 poin pada level 771,495.
(ani/)











































