Lima menit usai listing di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Provident Agro berada pada level Rp 465 atau naik 15 poin dari harga perdana.
Saham perseroan sempat ada di posisi tertinggi Rp 540, dan posisi terendah Rp 465. Saham perseroan telah ditransaksikan sebanyak 22.176 lot dengan total volume Rp 5,3 miliar.
Dalam penawaran perdana saham kali ini, perseroan mendapatkan dana sekitar Rp 296,6 miliar. Hasil IPO lebih banyak digunakan untuk membiayai belanja modal anak usaha, khususnya pembebasan lahan dalam rangka perluasan areal kebun, pembangunan PKS. Sisanya sekitar 15% sebagai modal kerja entitas anak dan pembelian TBS.
Provident Agro menjual saham ke publik sejumlah 659.151.000 lembar atau 13,4% dari modal disetor dan ditempatkan penuh. Jumlah ini terpangkas dari perkiraan awal, 1.422.945.000 lembar (25%) saham.
Perseroan sudah menunjuk PT Indo Premier Securities dan PT DBS Vickers Securities Indonesia sebagai penjamin emisi efek.
(wep/ang)










































