"Memang di prospektus awal boleh sampai 25%, tapi tidak sampai. Karena manajemen Provident Agro menginginkan harga yang optimum, bukan dana yang sebanyak-banyaknya," kata Managing Director PT Indo Premier Securities Moelionoto The di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/10/2012).
Moelionoto mewakili Indo Premier bersama PT DBS Vickers Securities Indonesia merupakan penjamin pelaksana emisi efek PALM. Menurutnya, sisa pendanaan untuk mebiayai modal kerja anak usaha Provident Agro, akan didapat dari pinjaman perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total lahan kami mencapai 42.000 ha, dimana 3.000 masih berupa plasma. Sedangkan 20.000 ha sawit menghasilkan, dan 22.000 ha sawit belum menghasilkan," tuturnya. Tahun ini PALM menargetkan produksi 72.000 ton Tandan Buah Segar (TBS).
Perseroan merupakan pemilik dari PT Provident Capital dan PT Saratoga Sentra Business. Paska IPO, kepemilikan Provident Capital dan Saratoga di PALM masing-masing 43,3%. Sedangkan publik 13,4%.
PALM memiliki perkebunan sawit di Riau, Bengkulu, Lampung, Sumatera Barat, Sumatara Selatan dan Kalimantan Barat. Perseroan juga memiliki tiga pabrik kelapa sawit di Riau, Sumatara Barat, dan Kalimantan Barat. Kapasitas tiga PKS ini mencapai 105 ton TBS per jam.
Perseroan juga memiliki hak atas lahan perkebunan seluas 61.483 ha, serta persediaan lahan dengan ijin lokasi 50.476 ha. Dari total areal tertanam ini, umur rata-rata relatif muda, yaitu 5,5 tahun.
(wep/ang)











































