Pasar Komoditas Bergejolak, BEI Maklumi Emiten Pangkas Target IPO

Pasar Komoditas Bergejolak, BEI Maklumi Emiten Pangkas Target IPO

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 08 Okt 2012 13:30 WIB
Pasar Komoditas Bergejolak, BEI Maklumi Emiten Pangkas Target IPO
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memaklumi adanya penurunan porsi saham perdana yang ditawarkan kepada publik melalui initial public offering (IPO), karena kondisi fluktuasi harga komoditas dunia.

Menurut Direktur Utama BEI, Ito Warsito, penurunan target IPO bertujuan untuk menjamin penawaran dapat terserap seluruhnya. Tekanan terhadap bisnis memang paling terasa pada calon emiten sektor pertambangan batu bara serta industri kelapa sawit.

Paska IPO, Ito menyebut, emiten pun dapat melepas kembali saham ke publik melalui mekanisme rights issue, seraya berharap mendapat penilaian yang lebih baik. "Walaupun nanti jika IPO sudah dilakukan, emiten dapat melepas kembali sahamnya ke publik dengan penerbitan saham baru, jelas Ito di kantornya, Jakarta, Senin (8/10/2012).

Minat investor asing terhadap saham perdana di Bursa Saham Indonesia sejatinya tergolong masih tinggi. Namun ekonomi dunia yang belum pulih, menjadikan investor cendrung mengerem investasi.

"Untuk Indonesia persepsinya bagus, meski ada gejolak. Meski optimis, mereka tidak boleh lengah untuk investasi. Karena perputaran uang global ini harus diantisipasi agar gejolak tidak menjadi berkepanjangan," tutur Tigor M. Siahaan, Citi Country Officer Indonesia Citibank N.A. kepada detikFinance.

Salah satu emiten yang menurunkan saham yang dilepas ke publik adalah PT Provident Agro Tbk (PALM), menjadi 13,4% dari 25%.

Moelionoto, Managing Director PT Indo Premier Securities yang merupakan penjamin pelaksana emisi efek PALM, menuturkan penurunan porsi saham yang dilepas ke publik adalah keinginan pemegang saham.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads