Menurut Direktur Utama Pefindo, Ronald T Andi Kasim, pihaknya akan lebih dikenal di dunia internasional. Melalui jaringan S&P, hasil riset Pefindo dapat dipublikasikan ke seluruh dunia. Pada bagian lain, S&P juga dapat berkontribusi pada proses pemeringkatan perusahaan dalam negeri.
"Secara teknis, pelaksanaan akuisisi kedua lembaga pemeringkat juga bisa membantu efisiensi perusahaan yang akan menerbitkan obligasi di luar negeri. Misalnya mau terbitkan obligasi di luar negeri, cukup apply ke Pefindo," kata Ronald saat dihubungi wartawan, Senin (8/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
S&P sejatinya telah lama berminat memiliki saham Pefindo, tepatnya sejak 1996. Namun rencana ini diurungkan dengan alasan yang tidak diketahui. Tidak berapa lama, Pefindo dan S&P melakukan kerja sama untuk meningkatkan kualitas pemeringkatan yang dilakukan Pefindo.
Hingga kini Pefindo dimiliki 92 pemegang saham yang banyak diantaranya adalah institusi. Dua pemegang saham terbesar adalah Dana Pensiun Bank Indonesia 25,5%, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) 20%.
Otoritas Bursa bahkan telah merestui langkah akusisi tersebut. "Bursa menyetujui rencana tersebut. Tapi, bursa tidak akan melepas atau mengurangi kepemilikan saham di Pefindo," tutur Direktur Utama BEI Ito Warsito.
(wep/ang)











































