Salah seorang manajer dari perusahaan yang berbasis di Shenzhen itu menyatakan bahwa sama sekali tidak ada rencana untuk menggelar penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) di negeri paman sam itu, seperti dikutip CNBC, Selasa (9/10/2012).
Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan pada 4 Oktober lalu, bahwa Huawei sudah membicarakan rencana penjualan saham ke publik bersama salah satu bank investasi. Dalam laporannya itu juga disebutkan, IPO ini dilakukan dalam rangka menambah transparansi dan memperkuat pasar di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penawaran saham perdana akan sulit dilakukan Huawei, Pasalnya, perusahaan memiliki struktur pemegang saham yang rumit. Sehingga, dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan akan fokus mengembangkan diri melalui strategi internal.
Berdasarkan laporan keuangannya, perusahaan tersebut dipegang oleh lebih dari 200 pemegang saham. Salah satu eksekutif di bank investasi yang berbasis di Hong Kong mengatakan, ada banyak urusan yang harus diselesaikan oleh Huawei jika ingin IPO, salah satu yang paling rumit saham khusus yang sudah dibagikan ke 80% karyawannya.
Huawei adalah produsen komponen telekomunikasi terbesar kedua di dunia yang seirng menghadapi banyak rumor tak sedap, seperti hubungan eratnya dengan militer China dan menyimpan banyak rahasia negara.
(ang/wep)











































