Mengawali perdagangan, IHSG dibuka bertambah 8,535 poin (0,20%) ke level 4.276,770 setelah dapat sentimen positif dari bangkitnya pasar-pasar saham Asia. Investor masih berhati-hati terhadap sentimen melambatnya pertumbuhan ekonomi global.
Saham-saham yang kemarin sudah terkena koreksi kini mulai diburu investor, terutama saham-saham unggulan. Aksi beli selektif sudah terjadi meski belum ramai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski bergerak tidak terlalu kencang, indeks berhasil menghindari zona merah pada perdagangan hari ini. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini ada di level 4.293,366.
Sembilan sektor di lantai bursa berhasil menguat, dipimpin sektor aneka industri yang menguat hampir 2%. Satu sektor kena aksi ambil untung, yaitu sektor agrikultur.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 75.616 kali pada volume 1,586 miliar lembar saham senilai Rp 1,911 triliun. Sebanyak 121 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 109 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional bergerak mixed hingga siang hari ini, beberapa akhirnya jatuh ke zona merah setelah pagi tadi rata-rata menguat. Bursa saham China memimpin penguatan kali ini.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 42,38 poin (2,04%) ke level 2.116,80. Â
- Indeks Hang Seng menanjak 235,69 poin (1,13%) ke level 21.060,25. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 47,49 poin (0,54%) ke level 8.815,81. Â
- Indeks Straits Times turun tipis 0,14 poin (0,00%) poin ke level 3.076,51. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 49.600, J Resources (PSAB) naik Rp 550 ke Rp 5.800, Multi Prima (LPIN) naik Rp 300 ke Rp 10.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 41.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 200 ke Rp 6.700, Indomobil (IMAS) turun Rp 200 ke Rp 5.250, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 150 ke Rp 6.800, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 20.450.
(ang/wep)











































