IHSG Relatif Melemah Akibat Sentimen Global

Rekomendasi Saham

IHSG Relatif Melemah Akibat Sentimen Global

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 10 Okt 2012 08:34 WIB
IHSG Relatif Melemah Akibat Sentimen Global
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa kemarin berhasil menguat 12 poin (0,28%) ke level 4.280,250. Indeks LQ45 juga mengikuti pertumbuhan 2,689 poin (0,36%) ke level 741,723.

Bursa Indonesia bersemangat dengan dorongan saham-saham lapor dua. Faktor global dengan pemberian stimulus dari pemerintah China menjadi faktor positif investor dalam bertransaksi.

Saham di Bursa AS justru berguguran. Indeks Komposit Nasdaq dengan posisi pelemahan 47,33 poin (1,52%) ke level 13,473.53. Indeks S&P pun mengalami pelemahan 14,4 poin (0,99%) dan ditutup pada 1,441.47, sementara Dow Jones melemah 110,12 poin (0,81%) ke posisi 13,473.53,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepinya perdagangan kemarin salah satunya dipicu oleh spekulasi buruknya laporan keuangan, serta adanya pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi versi IMF.

Rabu ini, indeks relatif melemah akibat sentimen regional dan global. Terdapat posisi buy on weakness pada saham tertentu, seperti pada sektor konsumer dan properti.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:



  • Indeks Nikkei 225 melemah 151.18 (1,72%) ke level 8,618.41
  • Indeks KOSPI juga ikutan melemah 24.07 (1,22%) ke level 1,954.97
  • Shanghai Composite bergerak naik 40.81 (1,97%) ke level 2,115.23
  • Indeks Straits Times memerah 10.74 (0,35%) ke level 3,065.91



Rekomendasi saham untuk hari ini:

Trust Securities

IHSG akan berada pada support 4.245-4.265 dan resistance 4.297-4.305 pada perdagangan Rabu (10/10/2012) ini. IHSG terlihat membentuk pola seperti inverted hammer dan berada di bawah upper bollinger bands. MACD bergerak naik tipis dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic masih terbatas kenaikannya setelah melewati area overbought.

Di satu sisi, pelemahan yang diperkirakan akan terjadi gagal dengan pergerakan rebound. Tapi, di sisi lain kenaikan yang terjadi bersifat terbatas dan tidak didukung dengan volume yang ada sehingga rentan terjadi pelemahan bila data-data maupun beberapa sentimen yang ada tidak cukup kuat menahan pelemahan tersebut. Pergerakan masih akan cenderung variatif.

Sepanjang perdagangan Selasa kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.293,98 di awal sesi II dan juga sempat menyentuh level terndah 4.263,16. Indeks pun akhirnya berhasil bertengger pada level 4.280,25.

Pergerakan positif ini tidak lepas dari rebound-nya bursa saham China. Beredar spekulasi bahwa Pemerintah China akan menyiapkan stimulus moneter dan program lainnya untuk mendukung perekonomiannya dan mampu menutup sentimen negatif dari penilaian bank dunia.


eTrading Securities

Pada perdagangan Selasa kemarin, Dow Jones akhirnya turun 110,12 poin (-0,81%) ke 13.473,53 setelah IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan global dan kekhawatiran laporan earnings perusahaan akan mengecewakan investor.

Minyak light sweet diperdagangkan di level US$92 per barel di New York ditengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, antara Turki dan Suriah.

Mengakhiri perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 12,02 poin (+0,28%) ke level 4.280,25 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 884 juta dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, PGAS, INDF, GGRM, dan ASII.

Secara teknikal, kenaikan IHSG masih dalam tahap konsolidasi uptrend MACD histogram masih berada pada area positif dan stockhastic berada pada area normal.

Pada perdagangan hari ini (10/10) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat di kisaran 4,200-4,330 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBRI, TLKM, dan ITMG.

(wep/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads