Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup negatif pada sesi I siang ini. Tren negatif bursa global masih mempengaruhi pergerakan IHSG.
Mengawali perdagangan IHSG dibuka pada level 4.263,147 atau turun 17,104 poin (0,40%). Sedangkan indeks LQ45 juga tercatat turun 4,358 poin ke posisi 737,365.
Sektor pertanian dan infrasturktur menjadi penopang IHSG tak jatuh lebih dalam. Kedua sektor ini masih menghijau di samping infrastruktur, industri dan manufaktur yang ikutan menguat meski tipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 91.691 kali pada volume 1,964 miliar lembar saham senilai Rp 2,044 triliun. Sebanyak 90 saham naik, sisanya 126 saham turun, dan 92 saham stagnan.
Keputusan IMF yang kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global ini membuat bursa Asia enggan bergerak ke zona positif. hanya indeks Shanghai yang masih berada dalam penguatannya.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 2,42 poin (0,11%) ke level 2.117,65.Β
- Indeks Hang Seng anjlok 31,52 poin (0,15%) ke level 20.905,76.Β
- Indeks Nikkei 225 melemah 143,19 poin (1,63%) ke level 8.626,50.Β
- Indeks Straits Times turun 26,92 poin (0,88%) poin ke level 3.039,21.Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 50.600, Multi Prima (LPIN) naik Rp 300 ke Rp 10.400, dan Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp 300 ke Rp 20.750.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractors (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 19.500, Indomobil (IMAS) turun Rp 150 ke Rp 5.200 dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 100 ke Rp 6.700.
Sementara nilai tukar rupiah yang dibuka pada level Rp 9.610 per dolar AS justru melemah ke Rp 9.615 terhadap dolar AS.











































