Mengawali perdagangan IHSG dibuka pada level 4.263,147 atau turun 17,104 poin (0,40%). Sedangkan indeks LQ45 juga tercatat turun 4,358 poin ke posisi 737,365.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ditutup pada posisi 4.278,886 atau melemah 1,384 poin (0,03%). Sementara Indeks LQ45 juga tak sanggup menghijau dimana mencatat pelemahan 0,578 poin ke posisi 741,145.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor pertambangan paling banyak terkena imbas bursa global disamping sektor konstruksi dan keuangan.
Meskipun begitu, perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 160.131 kali pada volume 3,859 miliar lembar saham senilai Rp 4,140 triliun. Sebanyak 81 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 106 saham stagnan.
Keputusan IMF yang kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global ini membuat bursa Asia enggan bergerak ke zona positif. hanya indeks Shanghai yang masih berada dalam penguatannya.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 4,71 poin (0,22%) ke level 2.119,94.Â
- Indeks Hang Seng anjlok 17,68 poin (0,08%) ke level 20.919,76.Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 173,36 poin (1,98%) ke level 8.596,23.Â
- Indeks Straits Times turun 29,53 poin (0,90%) poin ke level 3.036,89.Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.700 ke Rp 51.600, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 350 ke Rp 20.750, dan Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp 300 ke Rp 20.750.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan Resources (BYAN) turun Rp 400 ke Rp 11.000, (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 41.350 dan Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 21.950.
Sementara nilai tukar rupiah yang dibuka pada level Rp 9.610 per dolar AS justru melemah ke Rp 9.633 terhadap dolar AS.
(dru/wep)











































