Indeks S&P 500 mengalami penurunan 8,92 poin (0,62%) ke posisi 1.432,56. Sedangkan indeks saham-saham teknologi Nazdaq turun 13,24 poin (0,43%) ke 3.051,78, serta Dow Jones melemah 128,56 poin atau 0,95% menjadi 13,344.97.
Kinerja S&P 500 yang melempem dipicu oleh Chevron dan Alcoa. Hasil laporan keuangan keduanya mengecewakan pasar. Indeks pun kembali jatuh selama empat hari berturut-turut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan Alcoa juga dipicu outlook permintaan alumunium yang menurun akibat rendahnya pertumbuhan ekonomi China.
Chief Investment Officer Randy Warren dari Warren Financial Service memperkirakan, laju pasar kali ini karena kekhawatiran investor pada kinerja masing-masing emiten.
"Saat ini seluruh ekspektasi mengarah kepada perlambatan," ucap Warren seperti dikutip Reuters, Kamis (11/10/2012).
Bursa Wall Street pun makin tertekan pasca The Fed mengestimasi pertumbuhan ekonomi yang moderat, meski pada bagian lain data penjualan menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
Meski S&P kembali memerah, namun tetap saja ada emiten yang mencatat kenaikan signifikan, seperti saham Wall-Mart Store Inc (WMT) yang ditutup US$ 75,42, naik 1,7%. Saham WMT direspons positif usai data penjualan perseroan mengalami kenaikan.
Saham FedEx Corp (FDX) juga naik tinggi, 5,2% ke posisi US$ 89,99 usai perusahaan menyampaikan rencana pemangkasan biaya di kedua divisi hingga berdampak pada peningkatan laba FedEx.
(wep/hen)











































