Konsolidasi IHSG akan Masih Berlanjut

Rekomendasi Saham

Konsolidasi IHSG akan Masih Berlanjut

- detikFinance
Kamis, 11 Okt 2012 08:19 WIB
Konsolidasi IHSG akan Masih Berlanjut
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu lalu ditutup melemah 0,24 poin ke level 4.280,01, dengan jumlah transaksi sebanyak 7,72 juta lot atau setara Rp 4,14 triliun. Sentimen outlook global oleh IMF masih menyelimuti pasar, serta antisipasi pencapaian kinerja triwulan III-2012 yang tidak sesuai harapan.

Wall Street pun masih melanjutkan penurunan. Tren ini terjadi pada seluruh indeks, seperti S&P 500 mengalami penurunan 8,92 poin (0,62%) ke posisi 1.432,56. Sedangkan indeks saham-saham teknologi Nasdaq turun 13,24 poin (0,43%) ke 3.051,78, serta Dow Jones melemah 128,56 poin atau 0,95% menjadi 13,344.97.

Hari ini diperkirakan konsolidasi IHSG akan masih berlanjut, dengan posisi support-resistance di 4200-4288.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:



  • Indeks Straits Times stagnan dan masih berada pada level 3,033.81
  • Indeks KOSPI naik tipis 0.72 poin (0,04%) ke level 1,948.94
  • Indeks Nikkei Stock Average 225 turun 33.12 poin (0,39%) ke level 8,563.11



Rekomendasi saham untuk Kamis ini:

Panin Sekuritas

IHSG kemarin ditutup melemah menyusul sentimen negatif dari penurunan outlook global oleh IMF. Selain itu,antisipasi perkiraan laporan keuangan korporasi K3-12 diperkirakan menurun untuk pertama kalinya sejak 2009 juga memberikan dorongan negatif.

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini hanya 3,3% turun dari perkirakaan awal 3,5%, atau yang terendah sejak resesi 2009. Sedangkan untuk tahun depan sebesar 3,6% turun dari 3,9%.

Pertemuan Kanselir Jerman dgn PM Yunani kemarin gagal menelurkan keputusan terkait kesepakatan tentang bantuan berikutnya untuk Yunani. Hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kami melihat peluang untuk selective buy pada saham unggulan. Kisaran support-resistance 4.235-4.280.

Trust Securities

Adanya pemangkasan outlook ekonomi global oleh lembaga-lembaga tinggi negara dan ekspektasi melemahnya kinerja emiten Q3-12 berimbas negatif pada pergerakan IHSG. Negatifnya pembukaan bursa saham Eropa membuat IHSG tidak dapat beranjak dari zona merah.

Pada perdagangan Kamis (11/10) IHSG diperkirakan akan berada pada support 4.242-4.272 dan resistance 4.293-4.300. IHSG terlihat membentuk pola seperti hammer dengan posisi lebih rendah dari candle sebelumnya dan mendekati middle bollinger bands. MACD bergerak naik tipis dengan histogram positif yang mendatar.

RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak turun terbatas dan sedikit menjauhi area overbought. Dari candle dan posisi yang terbentuk terlihat, IHSG kembali tertahan pelemahannya. IHSG sedang mencoba untuk tidak turun lebih dalam sehingga tetap memberikan peluang masuk ke dalam tren kenaikan jangka panjang. Meski sentimen negatif masih ada dan dapat membawa IHSG kembali melemah namun, diharapkan pergerakan tersebut masih terbatas.

eTrading Securities

Pada perdagangan Rabu (10/10) Indeks Dow Jones ditutup turun 128,56 poin (-0,95%) ke 13.345,00 setelah aksi jual Alcoa Inc. yang dipicu kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.

Minyak light sweet diperdagangkan di level US$ 91 per barel di New York ditengah meningkatnya cadangan minyak di US. IHSG kemarin (10/10) ditutup turun tipis 0,24 poin (-0,01%) ke level 4.280,01 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 125,32 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. GGRM, SMGR, BBRI, ASII, dan INTP. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9.594 per Dollar AS.

Secara teknikal, penurunan IHSG ini merupakan tahap konsolidasi IHSG, MACD Histogram mengalami penurunan dan Stokhastic juga mengalami hal yang sama, sehingga kami melihat bahwa konsolidasi IHSG akan masih berlanjut. Pada perdagangan hari ini (11/10) IHSG diperkirakan akan mengalami sentimen mixed dengan kecenderungan konsolidasi di kisaran 4,200-4,288 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. GGRM, UNVR, dan TLKM.

(wep/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads