Ajak Rapat di Singapura, Rothschild Minta Damai ke Bakrie

Ajak Rapat di Singapura, Rothschild Minta Damai ke Bakrie

- detikFinance
Kamis, 11 Okt 2012 15:38 WIB
Ajak Rapat di Singapura, Rothschild Minta Damai ke Bakrie
Jakarta - Bakrie, Samin Tan dan Nat Rothschild tengah berkumpul di Singapura guna menyelenggarakan rapat Dewan Komisaris, Kamis (11/10/2012) ini. Kabar beredar, Nat menawarkan opsi damai kepada grup Bakrie setelah sebelumnya bersitegang.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/10/2012), salah sumber mengatakan, Nat bersama eksekutif Bumi Plc telah tiba di Singapura. Rapat dewan komisioner telah dimulai Rabu malam melalui makan malam bersama. Undangan langsung datang dari Nat, kepada grup Bakrie dan Samin Tan untuk menawari opsi damai.

Ketegangan Nat dan Bakrie mulai terasa tahun lalu, dan bagaikan telur dan 'pecah' di 24 September 2012 saat Bumi Plc mengumumkan akan melakukan investigasi internal terhadap PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkait tudingan penyelewengan dana dalam laporan keuangan tahun 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samin Tan, pemilik PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN) yang juga memiliki 23,8% saham Bumi Plc bahkan sempat dikabarkan akan memberikan dukungan suara kepada Nat Rothschild dalam RUPS yang akan digelar untuk membahas penjualan BUMI.

Namun Tan saat dikonfirmasi membantah kabar 'perceraiannya' dengan grup Bakrie. "Hubungan kami baik-baik saja," terang Tan waktu itu.

Pernyataan ini sejalan dengan Komisaris BUMI Nalinkant Rathod. Menurut Nalinkant, pertemanan jauh lebih penting dari pada uang. "Grup Bakrie dengan Samin Tan telah berkawan selama lebih dari satu dekade, kabar pecah kongsi itu hanyalah kabar miring saja," ucap Nalinkant.

Sebelumnya, Tan dikabarkan menjadi kunci putusan audit investigasi tersebut. Langkah ini tidak lepas dari pengaruh Rothschild, yang mengiming-imingi Samin Tan membantu pembayaran utang PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN) ke Standard Chartered sebesar US$ 1 miliar.

Usai pernyataan audit oleh Bumi Plc muncul dan menjadikan harga saham perseroan dan BUMI merosot, Samin Tan menjadi ragu. Pasalnya nilai investasi BORN di Bumi Plc ikut tergerus. Upaya Rothschild untuk menurunkan harga saham BUMI dan rencana penjualan saham sepertinya akan gagal.

"Kelihatannya Samin Tan membatalkan niatnya bergabung bersama Nat," ucap seorang sumber.

"Alasan Rothschild mendorong publikasi sentimen negatif itu untuk mendorong harga saham Bumi Plc dan BUMI ke titik terendah. Dengan demikian, Nat mendapatkan dua bargaining position yang kuat. Pertama, Nath bisa membeli BUMI melalui perusahaannya yang lain di harga murah. Kedua, mendesak Samin Tan bergabung dengan Nat untuk mendesak penjualan saham BUMI milik Bumi Plc," tambahnya.

Bapepam-LK, otoritas tertinggi pasar modal Indonesia sendiri mengatakan tidak menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan BUMI seperti yang dilayangkan Bumi Plc. Simpang siur informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi memunculkan spekulasi bahwa Nat Rothschild berada di balik tudingan tersebut dengan tujuan menekan saham Bumi Plc di bursa London dan tentunya saham BUMI di bursa Indonesia.

Hal ini dipekuat dengan munculnya pernyataan dari Bumi Plc yang mempertimbangkan akan menjual seluruh saham BUMI yang dimiliki Bumi Plc. Pernyataan resmi ini memperkuat spekulasi bahwa ada upaya melakukan hostile takeover saham BUMI. Nama Nat Rothschild pun sempat disebut sebagai pihak yang hendak merebut paksa saham BUMI dari grup Bakrie.


(wep/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads