Tembus Rekor Baru, IHSG Sentuh 4.307

Sesi I

Tembus Rekor Baru, IHSG Sentuh 4.307

- detikFinance
Jumat, 12 Okt 2012 11:40 WIB
Tembus Rekor Baru, IHSG Sentuh 4.307
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju hingga menguat 22 poin pada sesi I penutupan perdagangan ini. Sektor pertambangan dan pertanian menjadi penopang IHSG menembus rekor barunya.

Membuka perdagangan, IHSG langsung menguat ke posisi 4.294,545 atau lebih tinggi dari penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi 4.284,967.

Indeks terus melesat hingga angka tertingginya di 4.315,190 atau menembus rekor terakhir yang di posisi 4.283,97 pada beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menutup perdagangan sesi I, Jumat (12/10/2012) IHSG menguat 22,478 (0,52%) poin ke level 4.307, sementara indeks LQ45 naik 4,670 poin ke level 746,472.

Perdagangan sampai dengan siang ini berjalan cukup ramai. Total frekuensi perdagangan mencapai 105.350 dengan volume 3,48 miliar lembar saham sebesar Rp 2,40 triliun.

Sebanyak 101 saham menunjukkan penguatannya sementara 99 saham turun. Sebanyak 102 saham tidak bergerak alias stagnan.

Langkah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada level 5.75% menjadi katalis positif bagi indeks. Selain itu, sentimen bursa global yang cukup positif dipicu oleh data klaim pengangguran mingguan AS (Weekly Initial Claims) yang secara tidak terduga mengalami penurunan ke level yang terendah dalam empat setengah tahun terakhir

Sementara itu bursa regional Asia lainnya terlihat berada dalam tren mixed dimana hal ini dipengaruhi oleh kekhawatiran investor akan tren perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang juga mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi di Asia.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:




  • Indeks Hang Seng naik 101,71 poin (0,48%) ke level 21.100,76.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 2,12 poin (0,02%) ke level 8.545,31.
  • Indeks Straits Times naik 10,81 poin (0,35%) poin ke level 3.043,52.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada di kisaran Rp 9.589 per dolar AS.


(dru/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads