Pada penutupan perdagangan, Jumat (12/10/2012), IHSg ditutup menguat 26,424 poin (0,62%) ke level 4.311,391. Sementara indeks LQ45 menguat 4,180 poin ke posisi 745,982.
Sedangkan, saham-saham di bursa Wall Street AS pada perdagangan akhir pekan lalu berakhir positif atas sentimen dari peningkatan pendapatan perbankan dan kenaikan kepercayaan diri konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan akan mengalami tekanan jual. Selain posisinya yang sudah tinggi, investor juga akan dibayangi oleh banyaknya sentimen negatif, terutama kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.
Krisis utang Uni Eropa, melambatnya pertumbuhan ekonomi China sampai kinerja perusahaan-perusahaan raksasa di AS akan membuat investor semakin berhati-hati dalam transaksi. Belum lagi bursa-bursa di Asia yang pagi ini dibuka melemah.
Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 1,80 poin (0,02%) ke level 8.532,32. Β
- Indeks KOSPI anjlok 1,68 poin (0,09%) ke level 1.931,58. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG mengakhiri perdagangan pekan lalu ditutup menguat menembus level 4.300. Kenaikan IHSG didukung oleh reboundnya bursa regional. Sentimen positif dari turunnya tingkat pengangguran di AS menjadi katalis positif bagi bursa regional. Klaim tunjangan pengangguran AS pekan lalu turun 30.000 ke level 339.000 atau jauh lebih baik dari perkiraan yg sebesar 370.000. Angka tersebut merupakan yg terendah dalam 4 tahun. Data ini menunjukan pasar tenaga kerja yang mulai membaik. Mengawali pekan ini kami proyeksikan pergerakan indeks masih akan dipengaruhi oleh isu perlambatan ekonomi global. Beberapa tanda perlambatan ekonomi sudah tampak pada data ekonomi makro dari beberapa negara Asia Timur seperti China (penjualan otomotif) dan Jepang (data manufaktur). Pertumbuhan ekonomi negara tetangga seperti Singapura terlihat juga melemah. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas pada kisaran support-resistance 4.280-4.320. Saham pilihan : ASRI, BBNI, ICBP, MTLA.
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 26,42 poin (+0,61%) ke level 4.311,39 dengan jumlah transaksi sebanyak 13,72 juta lot atau setara Rp5,6 triliun. Hampir seluruh sektor mengalami kenaikan, kecuali sektor misc-industry(-0,42%).
Tercatat sebanyak 124 saham mengalami penguatan, 105 saham mengalami penurunan, 107 saham tidak mengalami perubahan dan 128 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I BBCA(+1,88%), BMRI(+1,89%), BYAN(+9,09%), BDMN(+3,31%), dan EXCL(+2,96%).
Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. ASII(-0,63%), TLKM(-1,03%), TOWR(-2,50%), KLBF(-1,02%), dan LPKR(-2,11%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 250,93 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. TLKM, BBCA, GGRM, PGAS, dan ITMG. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9.585 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG akhir pekan lalu merupakan tahap konsolidasi, namun masih menyisakan peluang downside kembali. Support IHSG berada pada 4,234 dan resistance 4,314. Untuk perdagangan hari Senin IHSG akan mengalami sentimen mixed dengan kecenderungan konsolidasi. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah SIMP, HRUM, BWPT
IHSG diperkirakan akan mengalami tekanan jual. Selain posisinya yang sudah tinggi, investor juga akan dibayangi oleh banyaknya sentimen negatif, terutama kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. (ang/ang)











































