Mau Tahu Soal Reksa Dana? Yuk, ke Pekan Reksa Dana Nasional

Mau Tahu Soal Reksa Dana? Yuk, ke Pekan Reksa Dana Nasional

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 15 Okt 2012 14:40 WIB
Mau Tahu Soal Reksa Dana? Yuk, ke Pekan Reksa Dana Nasional
Jakarta - Pertumbuhan industri reksa dana masih minim, baru 5-6% per tahun. Total pengelolaan dana industri baru Rp 170 triliun, jauh tertinggal dari industri perbankan yang mencapai Rp 2.984 triliun.

Untuk mengejar dana kelolaan reksa dana lebih tinggi, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) menggelar 'Pekan Reksa Dana Nasional' untuk lebih mengenalkan celah lain dalam berinvetasi.

Acara ini bertempat di Central Park, Jakarta Barat mulai 18 Oktober hingga 21 Oktober 2012. Akan hadir 45 perusahaan yang terlibat dalam Pekan Reksa Dana Nasional, yang terdiri dari manager invesasi dan agen penjual reksa dana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Umum Pekan Reksa Dana Nasional, Denny Thaher menjelaskan, acara ini menambah informasi kepada masyarakat mengenai reksa dana. Instrumen reksa dana ini diyakini memiliki potensi keuntungan lebih tinggi, dibandingkan perbankan.

"Kita masih ketinggalan dengan bank. Pertumbuhan kami tahun ini hanya 5-6%. Untuk mengejar perbankan, pertumbuhan rata-rata harus 35%," kata Denny yang juga menjabat Presiden Direktur Trimegah Asset Management, di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (15/10/2012).

APRDI mencatat, pertumbuhan nasabah reksa dana masih minim. Hingga kini total baru 161 ribu investor yang ikut reksa dana. Bandingkan dengan total rekening nasabah perbankan, 101.531.209 rekening.

Dana kelolaan reksa dana juga jauh tertinggal, yang kini masih mencapai Rp 170 triliun. Bandingkan dengan dana kelolaan masyarakat di perbankan, Rp 2.984 triliun.

"Padahal dengan reksa dana punya potensi keuntungan lebih tinggi dibanding bank," tambahnya.

Presentase dana kelolaan reksa dana terhadap PDB juga masih rendah. Hingga 2011 hanya 2,2% dari total produk domestik bruto Rp 7.427 triliun. Presentarse yang rendah ini makin menggambarkan ketertinggalan industri reksa dana Indonesia dibandingkan negara tetangga, seperti Malaysia yang mencapai 49%, atau Thailand 20%.

"Kita ingin dana kelolaan terus tumbuh, dalam lima tahun ke depan diharapkan mencapai 10% dari PDB," tuturnya. Potensi kenaikan dana kelolaan terbuka lebar, mengingat tumbuhnya kelas menengah, yang mencapai 134 juta jiwa.

Menjadi investor reksa dana pun semakin mudah. Cukup Rp 250 ribu per pembelian, masyarakat sudah bisa memiliki reksa dana. Dana masyarakat pun menjanjikan imbal hasil lebih tinggi, ketimbang deposito di perbankan, karena dikelola oleh MI berpengalaman dalam investasi saham, pasar uang, obligasi atau instrumen investasi lain.

(wep/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads