Tahun 2013 perseroan bahkan telah membidik pendapatan Rp 1,07 triliun, dengan laba bersih Rp 138 miliar. Sedangkan hingga Desember ini, pendapatan ASSA diharapkan mencapai Rp 800 miliar, dengan laba bersih Rp 36 miliar.
Kenapa pertumbuhan laba tahun depan begitu tinggi? Presiden Direktur ASSA, Prodjo Sunarjanto mengaku tahun depan perseroan berencana menjual aset armadanya total 1.700 unit, karena memasuki usia relatif tua lebih dari lima tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai perusahaan penyedia jasa transportasi, ASSA memang dikenal banyak memiliki mobil kelas MPV. Kontribusi pendapatan pun banyak dikontribusi dari sewa kendaraan MPV, disusul kemudian dari logistik, layanan pengemudi.
Per Juni, kontribusi pendapatan hasil rental mobil kelas MPV mencapai Rp 237,85 miliar, lalu penjualan mobil yang memasuki usia tua Rp 53,26 miliar, logistik Rp 39,32 miliar, dan layanan pengemudi Rp 23,17 miliar.
Agar bisnis terus berjalan, ASSA pun siap menambah armada baru sebanyak 3.700 unit di tahun depan. Kendaraan ini dihadirkan untuk melengkapi total armada perseroan yang kini mencapai 10.000 unit. Dana pembelian kendaraan baru didapat dari hasil penjualan saham perdana.
(wep/dru)











































