Pengunduran diri Rothschild ini dilakukan tak lama setelah Grup Bakrie berniat keluar dari perusahaan kongsi itu dengan membeli saham anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), milik Bumi Plc senilai US$ 1,38 miliar alias Rp 12,5 triliun.
Tawaran yang diberikan Grup Bakrie pada pekan lalu itu menyusul tuduhan adanya penyimpangan dana di BUMI dan permintaan Rothschild untuk melakukan audit investigasi di perusahaan tambang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas tuduhan itu, kongsi antara Rothschild-Bakrie kembali memanas. Apalagi, tuduhan tersebut juga sudah menggerus harga saham Bumi Plc di bursa London dan BUMI di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebelumnya, Rothschild juga sudah membuat kedua kubu memanas tahun lalu, saat dia berencana melakukan pembersihan radikal di tubuh perusahaan yang dulu bernama Vallar Plc itu. Ketegangan ini berakhir setelah Bakrie memutuskan menggandeng salah satu orang kaya di Indonesia, Samin Tan.
Samin menginvestasikan dana sebesar US$ 1 miliar (Rp 9 triliun) untuk membantu masalah utang Grup Bakrie yang selama ini digembar-gembor kepada media asing oleh Rothschild.
"Terkait tuduhan mengenai menyimpangan dana, begitu juga dengan beberapa fakta yang belum bisa diungkapkan kepada publik, akan sangat disayangkan jika tawaran (Grup Bakrie) itu diteruskan atau bahkan direspon," kata Rothschild dalam surat pengunduran dirinya kepada Komisaris sekaligus Investor Mayoritas Bumi, Samin Tan, dikutip Reuters, Selasa (16/10/2012).
"Menurut saya, tawaran ini sama sekali tidak menjadi minat para pemegang saham minoritas dan saya sendiri merasa mustahil untuk tetap bertahan sebagai direksi. Saya khawatir, saya sudah kehilangan kepercayaan diri untuk tetap menjaga kepentingan investor di Bumi Plc," tambahnya.
(ang/dnl)











































