"Reksa dana tentu bisa menjadi alternatif, dari pada produk konvesional. Properti, ada duit lebih sedikit beli ruko, beli ruko lagi, beli rumah," kata Mahendra di sela-sela pembukaan pekan reksa dana nasional, di Central Park, Jakarta Barat, Kamis (18/10/2012).
Penyeimbangan portofolio investasi dari masing-masing individu menjadi penting. Dengan dana yang tersebar tentu risikonya lebih terjaga. Yang terpenting, jika hanya satu jenis investasi menjadi buruan masyarakat dikhawatirkan terjadi letupan atau bubble.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia pun sadar perlu usaha keras bagi pelaku industri reksa dana. Sosialisasi akan kemudahan investasi di reksa dana dan potensi imbal hasil yang lebih besar, harus perlu dilakukan. Industri perbankan saja, yang sudah mengelola Rp 2.984 triliun makin gencar berpromosi.
"Jadi perlu ada pembagian produk termasuk instrumen yang lebih mendalam. Mungkin yang belum, karena belum kenal, belum percaya, belum nyaman," ucapnya.
(wep/ang)










































