Telkomsel Untung Rp 12 Triliun per Tahun, Kok Bisa Pailit?

- detikFinance
Kamis, 18 Okt 2012 16:17 WIB
Jakarta - PT Telkomsel perkirakan telah raup pendapatan lebih dari Rp 50 triliun pada tahun 2012 dengan laba rata-rata Rp 12,6 triliun per tahun dalam 5 tahun terakhir.

Demikian disampaikan Direktur Utama Telkomsel Alex J Sinaga dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI dengan Telkom, Telkomsel dan Kementerian BUMN di Jakarta, Kamis (18/10/2012).

"Estimasi revenue lebih dari Rp 50 triliun pada tahun 2012. Profit rata-rata Rp 12,6 triliun per tahun dalam 5 tahun terakhir," ujarnya.

Selain itu, Alex menyatakan Telkomsel telah mempekerjakan lebih dari 5 juta angkatan kerja. "Kontribusi Telkomsel ke Telkom lebih dari 70 persen," papar Alex.

Dalam rapat yang berlangsung hari ini, beberapa anggota DPR mengaku kecewa dengan kasus gugatan pailit Telkomsel, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), oleh PT Prima Jaya Indonesia. Kasus ini menimbulkan pertanyaan terhadap kinerja Kementerian BUMN dan Telkom sebagai induk.

Berdasarkan siaran pers laporan kinerja, Telkomsel hingga kuartal ketiga 2012 mencatat pertumbuhan net additional pelanggan sebesar 43% atau 14,46 juta pelanggan, dibanding periode yang sama tahun 2011.

Net additional pelanggan ini telah melampaui total net additional pelanggan selama 2011 sebesar 11%. Hal ini menjadikan jumlah pelanggan Telkomsel tercatat sebesar 121 juta dengan pertumbuhan year-on-year mencapai 17% dan 51 juta diantaranya merupakan pelanggan layanan data.

Jumlah pelanggan yang mencapai 121 juta ini didorong oleh pembangunan jaringan yang agresif dengan bertambahnya 8.383 BTS baru hingga September 2012, di mana hampir separuhnya, yaitu 3.907, merupakan BTS 3G. Pembangunan BTS 3G meningkat tajam selama kuartal ketiga 2012 dengan pertumbuhan 125% terhadap kuartal kedua 2012.

Pembangunan BTS terbesar terjadi pada bulan Juli 2012 dengan jumlah 1.357 BTS. Saat ini Telkomsel merupakan operator dengan jumlah BTS terbanyak yaitu 51.006 BTS yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, termasuk 13.416 BTS 3G yang bertumbuh 49% dibandingkan dengan jumlah BTS 3G periode yang sama tahun 2011.

Pola berkomunikasi masyarakat Indonesia telah banyak berubah sehingga penggunaan layanan data terus meningkat yang didukung juga oleh pertumbuhan BTS 3G. Peningkatan ini tidak lepas dari semakin terjangkaunya harga layanan paket data, baik itu BlackBerry, Flash maupun GPRS/PAYU.

“Penambahan BTS 3G ini telah mendongkrak jumlah pelanggan layanan data menjadi 51 juta pelanggan hingga akhir September 2012, bertumbuh 47% terhadap periode yang sama tahun 2011. Bertambahnya pelanggan layanan data ini, telah pula mendorong pertumbuhan volume traffic data sebesar 89% dibanding periode yang sama tahun 2011," tandas Alex.

(nia/ang)