Padahal pada periode yang sama tahun lalu perseroan meraih unrealized foreign exchange gain sebesar Rp. 43 miliar. Demikian disampaikan Direktur Utama MSKY Rudy Tanoesoedibjo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/10/2012).
"Hal ini (unrealized foreign exchange loss) dikarenakan oleh translasi atas kewajiban pinjaman obligasi MSKY sebesar US$ 165 juta yang baru akan jatuh tempo di tahun 2015," kata Rudy, Meski mencatat rugi kurs, manajemen memastikan ini tidak mengganggu kinerja maupun keuangan MSKY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada triwulan III-2012 total pelanggan baru MSKY mencapai 407.000, tau rata-rata pertambahan per bulan 45.000. Jumlah pelanggan ini jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu 321.000, atau rata-rata 35.600 per bulan.
Hingga total pelanggan hingga kini mencapai 1,57 juta, atau naik 46% dari posisi sebelumnya 1,07 juta.
Laba usaha dan EBITDA perseroan juga mengalami kenaikan, masing-masing 46% dan 38%. Laba usaha naik menjadi Rp 366 miliar, dari sebelumnya Rp 251 miliar. Sementara EBITDA tercatat Rp 720 miliar, dari sebelumnya Rp 521 miliar.
"Sedangkan marjin EBITDA tetap stabil dan berada di posisi yang sehat di 42%," kata Rudy di Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Meski laba turun tajam, Rudy mengaku pencapaian kali ini luar biasa. "Dimana terlihat jelas dari beberapa indikator triwulan III 2012 yang berada diatas target yang telah ditentukan untuk triwulan III-2012 ini," ucapnya.
Dengan penambahan jumlah kantor yang mencapai 85, MSKY yakin dapat menembus pasar yang belum tersentuh sebelumnya sehingga akan mempercepat peningkatan jumlah pelanggan.
(wep/ang)











































