Marak Ambil Untung, IHSG Merosot 25 Poin

Marak Ambil Untung, IHSG Merosot 25 Poin

- detikFinance
Jumat, 19 Okt 2012 15:59 WIB
Marak Ambil Untung, IHSG Merosot 25 Poin
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 25 poin akibat maraknya aksi ambil untung. Koreksi ini terbilang sehat, pasalnya indeks sudah naik tinggi sejak enam perdagangan terakhir dan sudah masuk area jenuh beli.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.605 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 9.595 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah tipis 0,328 poin (0,01%) ke level 4.356,638 mampu naik tipis di awal perdagangan dan akhirnya dibuka terkoreksi tipis. Posisi indeks yang sudah sangat tinggi dimanfaatkan investor untuk mengambil untung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi ambil untung langsung melanda saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi sejak IHSG reli lima hari lalu. Posisi IHSG sudah masuk area jenuh beli.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 18,929 poin (0,43%) ke level 4.338,037 menyusul aksi jual yang dilakukan investor. Investor asing mulai menarik dananya setelah menanamkan dana cukup besar satu pekan terakhir ini.

Indeks hanya sempat menanjak hingga 4.361,746 sebelum akhirnya ambles ke zona merah. Aksi jual ini terus menahan indeks berada di teritori negatif sejak pagi tadi, bahkan indeks sempat ambles hingga posisi terendahnya di 4.322,454.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (19/10/2012), IHSG ditutup ambles 25,712 poin (0,59%) ke level 4.331,254. Sementara Indeks LQ45 melemah 5,326 poin (0,70%) ke level 750,303.

Aksi ambil untung dilakukan oleh seluruh lapisan investor, terutama investor lokal. Beberapa investor masih ada yang memburu saham, terlihat dari transaksi asing yaitu pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 7,08 miliar miliar di seluruh pasar.

Dua sektor berhasil menguat, sektor konsumer dan konstruksi. Sayangnya, delapan sektor jatuh ke zona merah akibat aksi ambil untung.

Nilai transaksi perdagangan hari ini naik cukup tinggi akibat transaksi tutup sendiri di saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) oleh CLSA Indonesia (KZ) senilai Rp 1,9 triliun di pasar negosiasi.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 121.556 kali pada volume 5,3 miliar lembar saham senilai Rp 6,266 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 135 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan bergerak mixed. Sentimen negatif dari pasar global menghambat laju penguatan bursa Asia sehingga hanya pasar saham Hong Kong dan Jepang yang menguat.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menipis 3,39 poin (0,16%) ke level 2.128,30.  
  • Indeks Hang Seng naik 33,05 poin (0,15%) ke level 21.551,76.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 19,82 poin (0,22%) ke level 9.002,68.  
  • Indeks Straits Times melemah 9,21 poin (0,30%) ke level 3.051,15.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 3.250 ke Rp 156.500, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 22.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 51.100, dan (PANS) naik Rp 300 ke Rp 2.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 239.000, Indocement (INTP) turun Rp 600 ke Rp 21.500, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 300 ke Rp 4.475, dan PGN (PGAS) turun Rp 200 ke Rp 4.250.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads