Presiden Direktur ETWA Immanuel Sutarto dalam keterangan tertulisnya mengatakan, kuasi reorganisasi perseroan akan merestrukturisasi ekuitas dan menilai kembali seluruh aset serta liabilitas.
"Melalui kuasi ini, perseroan akan menghapus defisit Rp 308,71 miliar, sehingga diharapkan perseroan dan entitas anak dapat memulai awal yang baru, fresh start," kata Immanuel di Jakarta, Senin (22/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paska kuasi, ETWA leluasa menjalankan usaha ke depan, terutama prospek biodiesel yang lebih baik. "Prospek biodiesel akan membaik dengan diberlakukannya kebijakan baru soal pemakaian biodiesel di industri dan adanya peningkatan kapasitas produksi di anak usaha dari 70.000 menjadi 140.000 ton per tahun," tuturnya.
Hingga semester I-2012, perseroan mencatat laba sebesar Rp 8,9 miliar. Namun ETWA masih menderita defisit yang diterima perseroan terutama berasal dari kerugian atas selisih kurs akibat dampak krisis ekonomi pada semester kedua 1997.
(wep/ang)











































