AALI Putuskan Tak Masuk Bisnis Hilir

AALI Putuskan Tak Masuk Bisnis Hilir

- detikFinance
Senin, 13 Sep 2004 13:06 WIB
Jakarta - Perusahaan perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk, (AALI) memutuskan tidak akan memasuki bisnis hilir seperti pengolahan oleon chemical atau minyak goreng secara serius karena tetap memfokuskan pada bisnis hulu yakni penanaman kebun kelapa sawit dan pengolahan CPO (crude palm oil).Sampai saat ini kita tetap menetapkan untuk fokus di bisnis hulu seperti kebun dan pabrik. Belum akan serius di bisnis hilir seperti oleon chemical atau minyak goreng, kata Investor Relation AALI, Tjahjo DA, Senin (13/9).Menurut Tjahjo, AALI memutuskan untuk fokus di bisnis hulu karena melihat potensi dan keahliannya cukup baik di sektor ini. Meski demikian AALI hingga saat ini sudah memproduksi minyak goreng Cap Sendok sebagai upaya sampingan mempersiapkan masuk ke bisnis hilir.Tapi kalau ada kesempatan kita memang memfokuskan ke sektor hulu saja, seperti perluasan kebun dan pembangunan pabrik-pabrik baru, kata dia. Saat ini AALI tengah mempersiapkan 3 pabrik baru yang sedang dibangun di daerah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan yang diperkirakan selesai pada pertengahan tahun 2005.Ketiga pabrik baru ini memiliki kapasitas produksi sebesar 110 ribu ton tandan buah segar (TBS) per jam. Sedangkan kapasitas produksi AALI saat ini untuk keseluruhan pabrik mencapai 700 ribu ton TBS per jam. Jadi nanti tahun depan, kapasitas produksi AALI akan meningkat sebesar 810 ribu ton TBS per jam, katanya lagi.Untuk tahun 2004 AALI menargetkan produksi CPO mencapai 750 ribu ton, naik dibandingkan tahun 2003 yang sebesar 633,4 ribu ton. AALI juga menargetkan harga penjualan CPO tahun 2004 rata-rata sebesar US$ 457 per ton. Meskipun pada Juli 2004 harga CPO telah mencapai US$ 500 per ton. Harga rata-rata CPO ini juga telah dilakukan lindung nilai (hedging) untuk posisi 30 Agustus 2004 sebesar US$ 423,7 per ton.AALI menyediakan total investasi (capital expenditure) untuk tahun 2004 sebesar Rp 200 miliar. Ekspansi tersebut selain untuk kebutuhan menambah dana pembangunan tiga pabrik di atas, juga untuk dana pembiayaan penanaman kembali (new palm planting).Sampai Juni 2004, total pendapatan AALI mencapai Rp 1,796 triliun naik 51,4 persen dibanding Juni 2003 yang sebesar Rp 1,186 triliun. Sedangkan laba bersih per Juni 2004 telah mencapai Rp 475,1 miliar atau naik 206,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 155,2 miliar.Kenaikan penjualan dan laba bersih tersebut karena adanya kenaikan harga CPO dunia serta terdapatnya keuntungan akibat perubahan nilai tukar mata uang asing sebesar Rp 60 miliar yang berpengaruh positif terhadap laba perusahaan. (asy/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads