Kontrak ini dialihkan (carry over contract) ke 2012. Hingga akhirnya perseroan mencatat total kontrak US$ 240 juta per September 2012. ELSA berhasil mendapat kontrak baru senilai US$ 140 juta.
"Adanya nilai carry over dari kontrak tahun 2011 ini disebabkan terkendalanya beberapa proyek terkait masalah perizinan dan masalah cuaca sehingga tidak seluruh proyek dieksekusi dan baru diselesaikan pada tahun 2012," jelas Division Head of Corporate Secretary Elnusa Fajriyah Usman, dalam keterangannya, Rabu (24/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu projek dari zona transisi yang cukup signifikan adalah projek di Kalimantan dan Papua. Untuk seismik darat sebagian besar tersebar di wilayah Sumatra Selatan dan Jawa Barat," tambahnya.
Pendapatan kontrak dari Division of Geoscience Services ini juga berhasil dikonversi menjadi profit.
Sebelumnya, sampai Agustus 2012 Division of Geoscience Services masih mendominasi pendapatan dari sektor upstream sebesar 61%.Kontribusi laba kotor dari divisi ini meningkat 144% dari Rp 59 miliar pada Agustus 2011 menjadi Rp 143 miliar pada Agustus 2012.
(wep/dru)











































