"Kita memang lihat kondisi pasar modal, hingga banyak calon emiten yang memundurkan pelaksanaan IPO, bahwa mengurangi nilai emisinya. Tahun ini total emisi diperkirakan hanya Rp 10 triliun," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Hoesen menambahkan, BEI masih berharap ada 11 calon emiten yang akan listing dalam tiga bulan terakhir. 10 perusahaan diantaranya sudah mendapat kontrak pendahuluan dan melanjutkan proses di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), satu sisanya masih di tangan otoritas Bursa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan 18 perusahaan yang telah listing antara lain; Minna Padi Investama (PADI), TiPhone Mobile Indonesia (TELE), Surya Esa Perkasa (ESSA), Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST), Supra Boga Lestari (RANC), Trisula International (TRIS), Toba Bara Sejahtera (TOBA), Kobexindo Tractors (KOBX), MNC Sky Vision (MSKY), Tri Banyan Tirta (ALTO), Global Teleshop (GLOB), Gading Development (GAMA), Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM), Inti Bangun Sejahtera (IBST), Nirvana Development (NIRO), Sekar Bumi (SKBM) -Resliting-, Provident Agro (PALM), Pelayaran Nelly Dwi Putri (NELY).
"Dari total 18 perusahaan yang telah listing nilai emisinya baru Rp 6,9 triliun," tegas Hoesen.
(wep/ang)











































