PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) raih laba US$ 56,477 juta (Rp 508,2 miliar) di triwulan III-2012, naik 51,6% dari perolehan laba tahun sebelumnya periode yang sama US$ 37,244 juta (Rp 335,2 miliar).
Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan Garuda, Kamis (25/10/2102), pendapatan perusahaan pelat merah itu tercatat US$ 2,386 miliar, naik dari sebelumnya US$ 2,085 miliar di sembilan bulan pertama tahun lalu.
Pendapatan terbesar masih disumbang oleh penerbangan berjadwal yang berkontribusi sebanyak US$ US$ 2,129 miliar di akhir September 2012. Beban usaha juga naik, dari US$ 2,046 miliar menjadi US$ 2,293 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada periode yang sama tahun lalu, emiten berkode GIAA itu sempat mendapat penghasilan lain-lain sebesar US$ 12,955 juta, sementara tahun ini malah menjadi beban lain-lain sebesar US$ 7,4 juta gara-gara kerugian sale and lease back.
Laba sebelum pajak perseroan pun dibukukan sebesar US$ 85,343 juta di triwulan III-2012, dibandingkan sebelumnya US$ 51,552 juta. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.45 waktu JATS, saham GIAA naik 10 poin (+1,39%) ke level Rp 730 per lembar. (ang/dnl)











































