Mengawali perdagangan, IHSG dibuka bertambah 8,209 poin (0,19%) ke level 4.343,584 mengikuti penguatan pasar saham regional. Perdagangan diprediksi tidak akan terlalu ramai jelang libur Idul Adha.
Giliran saham-saham lapis dua yang kena aksi ambil untung, soalnya kemarin saham-saham ini sudah naik cukup tinggi. Kini investor mulai melirik saham-saham unggulan, terutama saham bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (25/10/2012), IHSG naik tipis 0,551 poin (0,01%) ke level 4.335,926. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,197 poin (0,16%) ke level 750,075.
Kinerja emiten perbankan yang sudah diumumkan sampai hari ini cukup gemilang, sehingga investor mulai memburu saham-sahamnya. Indek sektor finansial pun naik paling tinggi pada perdagangan kali ini.
Sayangnya, koreksi di saham-saham lapis dua dan komoditas menjadi beban untuk penguatan IHSG. Sehingga, indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 74.514 kali pada volume 2,903 miliar lembar saham senilai Rp 1,808 triliun. Sebanyak 90 saham naik, sisanya 98 saham turun, dan 112 saham stagnan.
Setelah kompak berjalan di zona hijau pagi tadi, bursa-bursa di Asia kini bergerak mixed. Pasar saham Jepang dan Singapura terjebak di teritori negatif.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 3,63 poin (0,17%) ke level 2.112,36. Â
- Indeks Hang Seng menipis 3,54 poin (0,02%) ke level 21.760,24. Â
- Indeks Nikkei 225 naik 19,80 poin (0,22%) ke level 8.974,10. Â
- Indeks Straits Times menguat 9,24 poin (0,30%) ke level 3.053,97. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 50.700, Multi Prima (LPIN) naik Rp 500 ke Rp 9.800, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 150 ke Rp 7.100, dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 ke Rp 8.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun Rp 450 ke Rp 10.100, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 42.300, Fast Food (FAST) turun Rp 250 ke Rp 13.500, dan FKS Multi Agro (FISH) turun Rp 175 ke Rp 2.275.
(ang/dru)











































