Pendapatan terbesar hasil 'pungutan' tol adalah Jakarta Outer Ring Road (JORR) Rp 876,51 miliar, kemudian disusul tol Cawang-Tomang-Cengkareng Rp 779,11 miliar, dan tol Purbaleunyi serta tol Jakarta-Cikampek masing-masing Rp 683,51 miliar dan Rp 646,79 miliar.
Empat ruas tol ini masih setia sebagai penyumbang pendapatan perseroan hingga triwulan III-2012. Pendapatan tol JSMR juga didapat hasil operasi anak usaha, seperti Marga Sarana Jabar (MSJ) Rp 29,86 miliar, lalu Marga Nujyaumo Agung Rp 9,53 miliar dan Trans Marga Jateng Rp 19,92 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain disokong dari pendapatan tol, sebagai bisnis inti, perseroan juga menghasilkan pendapatan konstruksi Rp 1,43 triliun, serta hasil usaha lain Rp 84,02 miliar.
Laba usaha perseroan juga meningkat signifikan dari Rp 1,78 triliun menjadi Rp 2,309 triliun. Prestasi yang sama dicatatkan laba sebelum pajak, yang mencapai Rp 1,62 triliun, dari sebelumnya hanya Rp 1,22 triliun.
Dan akhirnya laba bersih JSMR bertengger pada posisi Rp 1,26 triliun, naik 34,47% dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun lalu Rp 935,71 miliar. Laba per saham pun mengalami apresiasi dari Rp 138,6 per lembar menjadi Rp 192 per lembar.
(wep/dru)











































