Menurut Direktur Utama SDRA, Yanto Purbo, perseroan akan menawarkan obligasi II Rp 100 miliar dan subordinasi I Rp 200 miliar. Kisaran bunga obligasi sebesar 11-12%, sedangkan subdebt 12-13%. Obligasi II memiliki dua tenor 5 dan 7 tahun.
Hasil penerbitan obligasi II digunakan untuk meningkatkan pemberian kredit, sedangkan subdebt untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Periode bookbuilding akan dilaksanakan mulai 29 Oktober - 9 November 2012, dengan target pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 23 November 2012. Distribusi obligasi elektronik pada 4 Desember 2012, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 5 Desember 2012.
Menurut Yanto, penerbitan obligasi didasari oleh situasi perekonomian global. "Pertimbangan situasi market dimana mau tidak mau dampaknya akan ke Indonesia, sehingga kami harus mulai memperkuat permodalan kami sejak saat ini," tambahnya.
Sekretaris Perusahaan, Bambang Wisakosono menegaskan, rencana akuisisi 764,4 juta lembar saham SDRA miliki Arifin Panigoro dan PT Medco Intidinamika oleh PT Bank Woori Indonesia masih menunggu aturan multiple license dari Bank Indonesia.
Meski demikian, rencana pergantian pemegang saham pengendali ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.
"Saat ini kami sedang memprosesnya di bagian pengawasan Bank Indonesia dan pemegang saham baru sedang dalam tahap fit & proper test oleh regulator," imbuh Yanto.
(wep/ang)











































