Topan Sandy yang melanda New York dan sekitarnya tak hanya mengakibatkan kerugian, tapi juga mengganggu jadwal pelaksanaan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) di Wall Street.
Jadwal yang terganggu mulai dari roadshow, penawaran umum, hingga masa penjatahan dan pencatatan saham. Kerugian dan gangguan totalnya masih akan diperkirakan, tergantung dari jangka waktu topan tersebut berlangsung.
Para bankir yang terlibat dalam IPO tersebut pun sudah melakukan berbagai antisipasi, salah satunya memberitahu bahwa pelaksanaan roadshow ditunda atau dialihkan menjadi conference call melalui internet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana awal akan dilakukan Selasa jadi mundur ke Rabu atau Kamis karena masih menunggu perkembangan. Penawaran umum saham mereka diprakarsai oleh Citigroup dan Wells Fargo
Dua perusahaan bioteknologi juga dijadwalkan melantai di bursa pekan ini, yaitu Radius Health (seharusnya Rabu) dan Singulex (rencana awal Kamis), keduanya memutuskan untuk menunda roadshow menyusul ditutupnya perdagangan di NYSE dan Nasdaq.
Kedua operator pasar modal terbesar di AS itu akan melanjutkan penutupan bursa pada Selasa sehingga perdagangan baru akan dilakukan Rabu.
Tapi tidak semua perusahaan menunda jadwal IPO-nya. Perusahaan ritel mebel Restoration Hardware dan Delek Logistics Partners tetap menjadwalkan penetapan harganya Kamis malam 1 November 2012. Tapi, ada kemungkinan jadwal ini berubah jika topan Sandy tak kunjung berlalu.
Selain terhambat badai, rencana penetapan harga itu juga bisa kembali terhambat pekan depan dengan adanya pemilihan presiden AS. Pasalnya, perhatian publik AS akan teralihkan ke pemilu sehingga penetapan harga IPO bisa jadi tidak maksimal.
Seperti diketahui, pasar saham Wall Street terpaksa diliburkan pada perdagangan awal pekan menyusul adanya Topan Sandy. Perdagangan akan dilanjutkan Rabu.
Penutupan perdagangan gara-gara cuaca ini merupakan pertama kalinya dalam 27 tahun terakhir. NYSE Euronext dan Nasdaq OMX, dua operator bursa saham terbesar di AS menyatakan perdagangan Selasa yang rencananya akan berjalan seperti biasa pun dibatalkan. (ang/dnl)











































