PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat laba (unaudited) Rp 1,243 triliun di triwulan III-2012, naik 16,7% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 1,065 triliun. Laba terutama didorong pertumbuhan penjualan yang kuat.
Laba bersih per saham meningkat sebesar 16,7% dari Rp 114 per lembar saham menjadi Rp 133 per lembar saham.
βHingga triwulan ketiga tahun ini, kami berhasil mempertahankan pertumbuhan yang baik,β kata Vidjongtius, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe dalam siaran pers, Selasa (30/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba kotor meningkat 18,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Sementara itu, rasio laba kotor terhadap penjualan bersih tercatat menurun dari 51,8% pada periode 9 bulan tahun 2011 menjadi 48,7% pada tahun 2012.
Hal ini terutama merupakan dampak perubahan komposisi bisnis pada tahun 2012 dengan adanya peningkatan kontribusi Divisi Distribusi dan Logistik secara signifikan, dari 30% pada periode sembilan bulan tahun 2011 menjadi 37% pada tahun 2012.
Di tengah kondisi melemahnya nilai tukar rupiah akibat pengaruh krisis keuangan di Uni Eropa, harga bahan baku secara keseluruhan cukup stabil sehingga tidak menimbulkan dampak yang berarti terhadap biaya bahan baku.
Biaya operasional Perseroan tercatat meningkat sebesar 22,1%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan sebesar 26,0%. Rasio biaya operasional terhadap penjualan mengalami penurunan dari 33,6% pada periode 9 bulan tahun 2011 menjadi 32,5% pada tahun 2012.
Biaya operasional Perseroan terdiri dari beban penjualan, beban umum dan administrasi serta beban penelitian dan pengembangan. Rasio beban penjualan terhadap penjualan bersih tercatat sebesar 27,1% pada tahun 2012 dibandingkan 27,4% pada tahun 2011.
Beban penjualan tumbuh sebesar 24,4% sejalan dengan meningkatnya aktivitas pemasaran dan penjualan untuk mendorong pertumbuhan penjualan dalam jangka menengah dan panjang. Sementara itu rasio beban umum dan administrasi menurun dari 5,4% ke 4,8% pada tahun 2012.
Rasio beban penelitian dan pengembangan terhadap penjualan bersih stabil sebesar 0,7% pada 9 bulan pertama tahun 2012 dibandingkan 0,8% pada tahun 2011.
Pada periode 9 bulan tahun 2012, Kalbe membukukan peningkatan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar 15,5% menjadi Rp 1,657 triliun dari Rp 1,435 triliun pada tahun 2011. Marjin laba sebelum beban pajak penghasilan pada tahun 2012 tercatat sebesar 17,1%, lebih rendah dibandingkan 18,7% pada periode yang sama tahun 2011.
Perseroan membukukan laba selisih kurs sebesar Rp 19 miliar pada periode 9 bulan pertama 2012, dibandingkan rugi selisih kurs sebesar Rp 18 miliar pada tahun 2011, yang disebabkan oleh cadangan dana Perseroan dalam mata uang dolar AS dan dampak pelemahan nilai tukar rupiah pada tahun 2012.
(ang/dru)











































