Penurunan laba disebabkan oleh tidak bergairahnya harga nikel dalam 9 bulan terakhir di 2012. Demikian disampaikan manajemen dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/10/2012).
Total produksi nikel dalam matte perseroan tercatat hanya 49.411 metrik ton (mt), atau lebih rendah dari realisasi tahun lalu 53.173 mt. Penjualan dua komoditas ini juga susut tipis dari 51.211 mt menjadi 50.611 mt.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga yang lebih rendah mengakibatkan perseroan mencatat penjualan 31% lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011," kata manajemen.
Sementara harga pokok penjualannya (HPP) justru mengalami peningkatan 12%, menjadi US$ 596 juta akibat kenaikan biaya-biaya kontrak dan jasa dan
karyawan.
Pencapaian laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi atau EBITDA pada sembilan bulan pertama tahun 2012 ini akhirnya rendah 75% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu karena rendahnya harga realisasi rata-rata.
Laba bersih per lembar juga susut menjadi US$ 0,0029 per saham, dari periode sebelumya US$ 0,0322 per saham.
Pada triwulan III ini, perseroan menghabiskan US$31 juta untuk belanja modal sebagai biaya operasi dan Dryer Coal Conversion Project (CCP). Apa yang dilakukan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya.
"Pembangunan Dryer CCP dijadwalkan tepat waktu dan diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2012 dan mulai beroperasi pada triwulan pertama 2013," tuturnya.
(wep/dru)











































